Recent Post

Jumat, 20 Desember 2013
Sejarah Terjadinya Uang

Sejarah Terjadinya Uang

      Sejarah terjadinya uang ini memang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan ekonomi, yaitu pertukaran (perdagangan). Kegiatan pertukaran muncul karena manusia tidak bisa memproduksi sendiri semua barang yang dibutuhkan, terutama pada perekonomian yang telah maju. Oleh karena itu, manusia berusaha menemukan alat atau barang yang dapat mempermudah kegiatannya, termasuk kegiatan pertukaran.
Berikut adalah tahapan-tahapan sejarah terjadinya uang.

1. Tahap pra barter (sebelum tukar menukar)
      Pada masa pra barter, kehidupan manusia masih primitif, dalam kebutuhannya, manusia berfikir sedehana dan apa adanya, mereka hidup secara berkelompok untuk memenuhi kebutuhannya manusia memanfaatkan apa yang disediakan oleh alam yang ada di lingkungannya apabila mereka membutuhkan daging mereka harus berburu, apabila mereka membutuhkan sayuran atau buah-buahan mereka harus memetiknya atau mencari di hutan, sehingga apabila dilingkungan persediaan sudah habis mereka akan berpindah tempat, kelompok ini dikenal dengan kelompok nomaden. Kelompok orang primitif belum mengenal cara bercocok tanam, tahunya mereka hanya menghabiskan dan mengonsumsi apa yang ada di lingkungannya.

2. Tahap Barter
      Pada masa ini sebagian besar manusia sudah mulai menetap, karena mereka sudah mengenal bercocok tanam. Jumlah manusia mengalami pertambahan dan kebutuhan makin banyak, maka barang dan jasa yang dibutuhkan semakin besar pula. Untuk memenuhi kebutuhan, mereka melakukan pertukaran barang dengan barang yang lain.
      Perlu diingat pada masa ini orang belum mengenal cara membuat barang untuk memenuhi kebutuhan. Kehidupan pada masa ini sudah lebih baik dari masa primitif, orang sudah berkembang kebudayaannyamaupun kecerdasannya. Jika mereka mambutuhkan sesuatu yang tidak mereka miliki, mereka akan melakukan pertukaran dengan kelompok masyarakat di daerah lain. Mereka menukar barang miliknya dengan barang yang dibutuhkan. Syarat-syarat terjadinya barter antara lain ada barang yang dibutuhkan, ada pihak yang membutuhkan, dan barang yang ditukarkan dianggap mempunyai nilai yang sama.
Pada saat melakukan barter sering ditemukan beberapa hambatan sebagai berikut.

  1. Untuk memperoleh barang yang dibutuhkan, harus menemukan orang yang mau menukarkan barang tersebut dengan barang yang dibutuhkan. Padahal, cukup sulit menemukan kehendak ganda yang selaras (double coincidence of wants).
  2. Barang yang ditukarkan tidak dapat dipecah-pecah menjadi satuan yang lebih kecil untuk membagi nilainya.
  3. Kebutuhan yang mendesak, akan sulit terpenuhi
  4. Tidak ada patokan perbandingan nilai barang yang akan ditukarkan
  5. Sulit memenuhi kebutuhan yang bermacam-macam
3. Tahap Uang Barang
      Jika semula hanya menggunakan cara bertukar barang yang saling dibutuhkan, maka untuk mempermudah mendapatkan barang yang diinginkan maka sistem barter meningkat dengan menggunakan suatu barang yang dianggap memiliki nilai tukar dengan barang yang diinginkan. Maka dikenallah uang barang, adalah barang tertentu yang disepakati dapat berperan sebagai alat tukar (beras, besi, senjata, kulit binatang, tembakau, kelapa).
      Syarat-syarat benda yang dipilih sebagai barang perantara (uang barang) dalam pertukaran antara lain berikut.

  1. Barang tersebut dalam penggunaannya dapat diterima secara umum baik sebagai alat pembayaran maupun memperoleh barang.
  2. Setiap saat dapat ditukarkan dengan siapapun.
      Perdagangan dengan menggunakan sistem uang barang sebagai alat penukar terbukti menimbulkan kesulitan dan dianggap kurang praktis. Adapun kesulitan yang muncul akibat pemakaian uang barang antara lain adalah:

  1. Tidak dapat dibagi menjadi satuan kecil
  2. Sulit dibawa kemana-mana
  3. Mudah rusak dan tidak tahan lama
  4. Tidak praktis dalam penyimpanan karena memerlukan tempat yang luas
  5. Nilainya dapat berubah-ubah sehingga sulit untuk dijadikan ukuran.
4. Tahap Uang Logam

gambar uang logam
 
      Perkembangan berikutnya adalah manusia berusaha untuk menentukan jenis barang yang tepat untuk menggantikan uang barang dalam perdagangan. Adapun barang yang dikehendaki itu memiliki persyaratan antara lain sebagai berikut.

  1. Memiliki nilai yang bersifat tetap, tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu (stability of value)
  2. Barang tersebut tahan kama dan tidak mudah rusak (durability)
  3. Barang tersebut praktis, artinya mudah untuk dibawa kemana-mana (portability)
  4. Mudah dibagi tanpa mengurang nilai (desibility)
  5. Kualitas hanya satu macam (uniformity)
  6. Digemari oleh umum (acceptability)
      Barang yang dimaksud antara lain dalam bentuk logam mulia (emas) dan perak. Perkembangan selanjutnya emas dan perak merupakan cikal bakalnya uang logam. Sejarah pemakaian uang dalam kehidupan bangsa Indonesia dapat diketahui dari sisa peninggalan sejarah kehidupan masa lampau antara lain adalah berikut.

  1. Pada zaman kerajaan Jenggala (896-1158), telah dikenal uang dengan nama mata uang krisnala yang terbuat dari emas, tembaga dan logam campuran (tembaga dan kuningan)
  2. Pada abad ke-16, di kerajaan Sulawesi telah beredar mata uang kampu (bida) yang terbuat dari tenunan putri raja
  3. Pada abad ke-18, di Banjarmasin beredar mata uang yang terbuat dari tembaga
  4. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda setelah VOC masuk ke Indonesia, mata uang asing (golden) beredar di masyarakat
  5. Pada masa pendudukan Jepang, mata uang yang berlaku di masyarakat adalah mata uang ORI.

      Terimakasih baru saja anda telah membaca artikel yang berjudul sejarah terjadinya uang, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Amiinn
      Sampai jumpa di artikel yang lainnya mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan, semangat terus untuk menjadi siswa-siswi yang teladan, sopan, jujur, dan tentunya cerdas
Wassalam,


Admin
Rabu, 18 Desember 2013
Pengertian Negara Maju dan Berkembang

Pengertian Negara Maju dan Berkembang

         Selamat datang kembali di atappelajar bagi kalian pelajar-pelajar. Kali ini saya akan membagikan artikel tentang pengertian negara maju dan berkembang. Bicara soal negara maju dan berkembang, kira-kira benua apa ya yang paling banyak negara maju nya? Jawabnya nanti yah. Baiklah, untuk mempersingkat waktu mari kita langsung saja ke topik pembahasan kita...

1. Negara Maju
      Negara maju adalah negara yang mengutamakan unsur-unsur industri sebagai tiang utama perekonomiannya. Akibat pengembangan industri yang pesat tersebut secara tidak langsung akan menghasilkan produk-produk industri dengan nilai ekonomis yang tinggi. Hasil industri berupa barang-barang bernilai ekonomis tinggi tersebut menjadikan pendapatan perkapita negara tersebut juga tinggi.
       Parameter lain dari negara maju adalah kondisi kependudukannya, pada umumnya pertumbuhan penduduk di negara maju sangatlah rendah. Pada beberapa atau sebagian dari negara maju sifat pertumbuhan penduduknya zero population growth (pertumbuhan penduduk kearah nol).

ciri-ciri negara maju
Karakteristik negara maju yang khas memiliki beberapa ciri khusus berikut.

a. Pendapatan Perkapita
      Negara maju pada umumnya memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Sebab utama pesatnya pertumbuhan ekonomi ini dikarenakan sebagian besar bergerak dalam bidang industri.
b. Pendidikan
      Tingkat pendidikan negara maju pada umumnya sudah tinggi alias lebih bagus daripada negara berkembang. Akibat dari tingginya pendidikan ini maka barang-barang industri yang dihasilkan berupa barang industri dengan tingkat ekonomi yang tinggi. Kenyataan ini dapat kita lihat bahwa sebagian besar industri berat dihasilkan dari negara maju.
Contoh hasil pendidikan di negara maju sebagai berikut.
  1. Tahun 1987 di negara Amerika Serikat terdapat 104.330 lembaga pendidikan dasar hingga lembaga pendidikan tinggi.
  2. Wajib belajar telah ditetapkan negara Jepang setelah Perang Dunia II
  3. Australia menjadi negara yang bebas buta huruf karena pemerintah mengatur dengan undang-undang wajib belajar untuk anak usia 6-15 Tahun. Kegiatan ini didukung pula dengan program guru mengajar di wilayah terpencil (scholl over the air)
  4. Buta huruf di negara Inggris juga sudah tidak ditemukan lagi akibat pemerintah Inggris telah melaksanakan wajib belajar untuk anak usia 5-16 tahun tanpa dipungut biaya.
c. Kualitas Penduduk
      Kualitas atau mutu penduduk sangat menentukan maju mundurnya suatu negara. Pengukuran kualita penduduk ini dapat dilakukan melalui pendidikan, tingkat kesehatan, dan tingkat kesejahteraan (pendapatan perkapita). Meningkatnya kesehatan penduduk suatu negara memengaruhi angka kematian bayi dan usia harapan hidup. Angka kematian bayi di negara maju termasuk rendah (kurang dari 1%) dan usia harapan hidup tergolong tinggi (diatas 75 tahun)

d. Lingkungan Fisik
      Kondisi lingkungan fisik pada negara maju pada umumnya sudah dimanfaatkan seefektif mungkin. Pada beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Canada, lingkungan fisik didukung pula dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang ada. Bentuk pemanfaatan lingkungan hidup secara optimal ini dapat dilihat dari pemanfaatan ennergi alternatif. Pemanfaatan energi alternatif ini diantaranya tenaga surya (geothermal).
Berdasarkan data diatas kita bisa ambil kesimpulan bahwa negara maju mempunyai ciri sebagai berikut.
  1. Pendapatan perkapita tinggi.
  2. Tersedia modal yang besar.
  3. Tersedia banyak tenaga ahli.
  4. Angka kematian bayi rendah.
  5. Pertumbuhan penduduk rendah.
  6. Angka harapan hidup tinggi.
  7. Tingkat pendidikan penduduk tinggi.
  8. Sektor utama perekonomian bergerak dalam bidang industri dan jasa.
  9. Mampu mendominasi kehidupan sosial ekonomi negara-negara merkembang.
  10. Angka beban tanggungan usia produktif rendah.
2. Negara Berkembang
      Negara Berkembang adalah negara yang masih mendasarkan perekonomiannya pada sektor pengolahan bahan mentah (mayoritas pertanian). Perekonomian dengan mendasarkan pengolahan bahan mentah ini pada umumnya dilakukan banyak negara berkembang. Akibat perekonomian didasarkan pada pengolahan bahan mentah, maka hasil produksinya masih berupa bahan mentah dengan tingkat harga relatif rendah. 


ciri-ciri negara berkembang
      Berdasarkan kondisi ekonomis dan keadaan lingkungan alamiahnya, terdapat beberapa karakteristik negara berkembang. Karakteristik umum dari negara berkembang diantaranya:

a. Pendapatan Perkapita
      Pengolahan bahan-bahan alamiah terutama pertanian mayoritas dilakukan di negara berkembang, keadaan ini dilakukan hampir diseluruh negara berkembang dan berdampak pada tidak optimalnya pendapatan yang diterima penduduknya. Rendahnya pendapatan perkapita ini mengakibatkan belum terpenuhinya kebutuhan pokok bagi negara-negara berkembang. Sehingga kebutuhan lain pun tidak juga terpenuhi.

b. Pendidikan
      Tingkat pendidikan di negara berkembang masih rendah dibandingkan dengan negara maju. Kenyataan ini terlihat dari rendahnya angka partisipasi pendidikan dan masih rendahnya tingkat ketuntasan buta huruf.

c. Kualitas Penduduk
      Masih rendahnya kualitas penduduk ini terlihat dari rendahnya tingkat kesehatan pada negara-negara berkembang. Rendahnya tingkat kesehatan ini terlihat dari masih tingginya angka kematian bayi dan rendahnya angka harapan hidup penduduknya. Kasus gizi buruk banyak ditemukan pada beberapa negara berkembang. Prosentase angka kelahiran dan kematian masih banyak. Menurut klasifikasinya, pertumbuhan penduduk dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:
  1. rendah apabila kurang dari 15%;
  2. sedang apabila antara 1-2%;
  3. tinggi apabila lebih dari 2%.
d. Lingkungan Fisik
      Perbedaan lingkungan hidup berkaitan erat dengan sumber daya alam yang dihasilkannya, pada negara berkembang mayoritas berada di wilayah beriklim tropis, letak negara ini memengaruhi hasil negara tersebut. Akibat perbedaan kondisi fisik ini maka antara negara maju dengan negara berkembang sudah terjadi kerjasama. Akibat kerjasama ini adalah
  1. menjamin ketersediaan bahan baku bagi negara maju dalam pengembangan industrinya
  2. ketersediaan tenaga kerja murah
  3. meluaskan wilayah pemasaran
 Berdasarkan data diatas kita bisa ambil kesimpulan bahwa negara berkembang mempunyai ciri sebagai berikut.
  1. Pendapatan perkapita umumnya kecil
  2. Pemodalan yang ditanamkan masih relatif kecil
  3. Tenaga ahli belum banyak tesedia
  4. Angka kematian bayi masih tinggi
  5. Pertumbuhan penduduk per tahun tinggi
  6. Angka harapan hidup rendah
  7. Tingkat pendidikan masih rendah
  8. Sebagian besar penduduk bertempat tinggal di desa
  9. Tingkat ketergantungan kepada negara maju masih tinggi
  10. Angka beban tanggungan usia produktif yang tinggi
      Terimakasih anda telah membaca artikel kami yang berjudul Pengertian Negara Maju dan Berkembang. Semoga artikel ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan anda. Sampai jumpa lagi di artikel kami selanjutnya. Jika ada pertanyaan silahkan berikan komentar anda.
Wassalam,

Admin
Selasa, 17 Desember 2013
Menuntut Ilmu Menurut Hadist

Menuntut Ilmu Menurut Hadist

Menuntut Ilmu Menurut Hadist-Di dalam ajaran agama Islam, menuntut ilmu hukumnya wajib. Agama Islam juga sangat menjunjung tinggi keilmuan. Dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist banyak yang menjelaskan tentang keutamaan orang-orang yang berilmu. Oleh karena itu, Islam mendorong umatnya agar tidak bosan-bosannya menuntut ilmu. Dalam sebuah ayat dikatakan:
...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui, apa yang kamu kerjakan.(Q.S Al-Mujadilah/58:11)
Membaca Hadist Tentang Menuntut Ilmu
Kewajiban menuntut ilmu berlaku bagi setiap muslim, baik secara formal ataupun non formal. Kewajiban tersebut di antaranya berdasarkan hadist-hadist berikut. Untuk itu marilah kita baca secara seksama.
Diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan kepadanya jalan ke Surga." (H.R Muslim)

Diriwayatkan pula dari Abu Darda' r.a. dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa yang melakukan perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkannya jalan ke Surga. Sesungguhnya para malaikat sayapnya bagi pencari ilmu karena senang dengan apa yang diperbuatnya. Dan sesungguhnya orang yang berilmu akan dimintakan ampunan oleh seluruh makhluk yang ada di langit dan bumi termasuk ikan dalam air. Dan keutamaan seorang yang berilmu dibandingkan dengan seorang yang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas bintang-bintang. Sesungguhnya ilmuwan adalah pewaris para nabi. Dan sesungguhnya para nabi itu tidak mewariskan dinar dan dirham (harta), tetapi mereka hanya mewariskan ilmu, maka barang siapa memeganginya maka ia memperoleh bagian yang sempurna." (H.R Abu Dawud dan at-Tirmizi

Memahami Isi Hadist Tentang Menuntut Ilmu
Dari beberapa hadist yang telah kita baca, hukum menuntut ilmu itu wajib, bagi muslimin dan muslimat. Ilmu merupakan sarana untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat nanti. Untuk hidup di dunia ini kita membutuhkan ilmu pengetahuan. Tanpa ilmu pengetahuan di dunia ini akan rusak binasa. Dengan ilmu pengetahuan ini pulalah Adam dijadikan khalifah di muka bumi oleh Allah. Sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam Surah Al-Baqarah/2: 31-33.
Dalam menuntut ilmu kaum muslimin dan muslimat hendaklah menetapkan niat untuk menghilangkan kebodohan dan untuk mencari keridhoan Allah. Agar Agama Allah dapat hidup subur, tegak jaya, dan demi kepentingan untuk menuju perbaikan umat dan keselamatan di akhirat.
Dengan niat yang benar dan lurus maka orang yang menuntut ilmu akan mendapatkan kebaikan dalam hidupnya sebagaimana sabda Nabi Saw. yang artinya sebagai berikut.
"Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah menjadi orang yang baik, maka ia akan menjalankan dalam urusan agama."  (H.R. al-Bukhari)
Sebagai seorang muslim, hendaklah kita tidak henti-hentinya menuntut ilmu, baik ilmu pengetahuan umum maupun ilmu pengetahuan agama. Dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya Allah akan meninggikan derajat kita semua sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. al-Mujadilah/58:11
Rasulullah Saw., banyak sekali menerangkan tentang keutamaan ilmu. Ilmu lebih utama daripada ibadah. Orang yang berilmu lebih utama daripada orang yang rajin beribadah tapi bodoh. Hal itu dijelaskan oleh Rasulullah dalam hadist yang artinya berikut.
"Keutamaan ilmu itu lebih baik daripada keutamaan ibadah." (H.R. al-Bazzar)
"Seorang muslimin yang berilmu lebih sulit digoda setan, daripada seribu orang ahli ibadah (tetapi tidak berilmu)." (H.R. at-Tirmizi)
"Kelebihan orang alim dibandingkan orang yang ahli ibadah (tetapi tidak berilmu), bagaikan kelebihanku dibandingkan dengan laki-laki yang paling hina diantara kamu." (H.R. at-Tirmizi)
Berdasarkan uraian diatas hendaklah kita menuntut ilmu mulai sejak lahir sampai mati dan dimana saja kita berada, Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadis yang artinya.
"Carilah ilmu walau di negeri Cina." (H.R. Ibri'Adi dan al-Baihaqi)

Terimakasih anda telah membaca artikel saya yang berjudul menuntut ilmu menurut hadist. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, tetap semangat untuk terus mencari ilmu yah.
Wassalam,

Admin
Hati Sebagai Sistem Eksresi

Hati Sebagai Sistem Eksresi

Hati Sebagai Sistem Eksresi-sebelum kita langsung menuju penjelasan dari hati, ada baiknya kita tahu apa sih Sistem Eksresi itu? Sistem Eksresi adalah susunan organ-organ tubuh yang berperan membuang sisa metabolisme. Sistem Eksresi pada manusia meliputi organ hati, ginjal, kulit dan paru-paru. Tapi pada kesempatan ini saya akan memposting dulu tentang Hati. dan untuk yang lainnya nanti akan saya bagikan secara bertahap.
Untuk mempersingkat waktu kita langsung saja pada topik pembicaraan...cekidot.


HATI (HEPAR)
Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh manusia, berwarna merah tua dan terletak di dalam rongga perut sebelah kanan dibawah otot diafragma. Hati mengeluarkan zat empedu sebagai zat sisa perombakan sel-sel darah merah yang telah rusak. Cairan empedu tertampung di dalam kantung empedu yang bermuara di usus dua belas jari (deodenum). Zat warna empedu disebut bilirubin, dan jika teroksidasi disebut urobilin. Empedu berfungsi mengemulsikan lemak, memecah molekul lemak dan mematikan mikroorganisme yang terlarut dalam makanan.

Berikut adalah fungsi dari hati:
  1. Sebagai alat eksresi
  2. Mengatur kadar gula dalam darah
  3. Mengubah pro vitamin A menjadi vitamin A
  4. Menyimpan gula dalam bentuk glikogen
  5. Menawarkan racun dan membunuh kuman penyakit
  6. Membentuk protrombin  dan fibrinogen, bagian dari plasma darah yang aktif dalam proses pembekuan darah
  7. Membongkar sisa protein menjadi urea yang akan dibawa ke ginjal dan di bawa bersama urine
Gangguan kesehatan pada hati, meliputi:
  1. Hepatitis, yaitu penyakit hati yang disebabkan oleh serangan virus hepatitis
  2. Penyakit Kuning, yaitu penyakit yang menyebabkan kulit menjadi kuning disebabkan karena hati belum berfungsi atau karena penyumbatan saluran empedu
  3. Sirosis Hati, Yaitu kemunduran fungsi liver yang permanen yang ditandai dengan perubahan histopatologi. Perubahan histopatologi yang terjadi menyebabkan peninggian tekanan pembuluh darah pada sistem vena porta. Sebagai akibat dari peninggian tekanan vena porta, terjadi varises esophagus dan apabila pecah terjadi muntah darah warna hitam (hematemesis)
Cara mengatasi kelainan-kelainan pada hati, antara lain pemberian vaksinasi, makan makanan yang sehat, menghindari penggunaan obat-obatan terlarang, berolahraga dengan teratur, sterilisasi penggunaan jarum suntik, menghindari pergaulam bebas (gonta-ganti pasangan).

Demikian artikel tentang Hati Sebagai Sistem Eksresi saya tulis. Semoga bermanfaat bagi pembaca, terus jaga kesehatan dan peliharalah organ tubuh mungpung masih sehat dan diberi nikmat oleh Allah SWT.
Wassalam, 

Admin.
Breaking News
Loading...
Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 Sarana Belajar Nyaman All Right Reserved